Daerah, Batuahnews.id – Jembatan menggiring terletak di Pantai Abrasi, Kecamatan Air Dikit, beberapa waktu lalu retak. Pasalnya, retaknya jembatan tersebut hanya ditambal pakai semen.
Hal tersebut berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, beberapa item jembatan yang retak waktu lalu sudah ditambal dengan semen, tampak hanya diplaster.
Pihak konsultan pengawas tampak masih mengawasi pengerjaan proyek, dimana proyek jembatan itu saat ini masih tahap pengerjaan pengaspalan.
Pembangunan jembatan ini, bernilai Rp 3,9 miliar yang dikerjakan oleh pihak rekanan, dari PT Kamajaya Adiguna, anak dari PT Roda Teknindo perusahaan kontraktor besar asal Bengkulu.
Ketua LP KPK Kabupaten Mukomuko, M Toha menyayangkan mengenai hal tersebut. Menjadi pertanyaan besar saat ini, khususnya masyarakat Mukomuko, bagaimana bisa tim PHO dari BPJN Bengkulu menerima pekerjaan terkesan asal jadi seperti itu.
“Itu terkesan asal jadi, diketahui jembatan ini sudah lama di nanti oleh masyarakat Mukomuko. Kualitas mutu jembatan itu juga dipertanyakan, apalagi itu jalan nasional,” ungkap M Toha.
Sementara itu, pihaknya sudah membuat laporan ke Aparat Penegak Hukum (APH). Pekan depan laporan tersebut sudah diserahkan.
“Laporan sudah siap, tinggal senin diserahkan ke Kejari Mukomuko. Kita berharap jembatan ini benar – benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutup M Toha.
Ibnu Afdaldi

















