Nasional, Batuahnews.id – Terlepas dari hal-hal negatif yang begitu banyak, media sosial juga memiliki sederet manfaat positif. Asalkan dimanfaatkan dengan benar dan untuk hal-hal yang positif pula.
Seperti yang dilakukan Rayhan Fikri Ardiansyah (17). Ia adalah salah seorang siswa di SMA Unggulan CT ARSA Foundation, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang sekaligus menjadi pemenang Duta GenRe (Generasi Berencana) Sukoharjo 2022.
Diakui Rayhan, belakangan dia mulai aktif menggunakan media sosial (medsos). Namun tak sekadar bermedsos ria, platform seperti Instagram dan TikTok ia manfaatkan sebagai media edukasi kepada anak-anak muda seusianya.
Adapun kebanyakan konten yang ia bagikan seputar cara pencegahan stunting, serta bahaya melakukan seks bebas. Sebab kedua hal tersebut, ditambah penggunaan narkoba, masih marak terjadi pada remaja di Indonesia.
“Yang jadi permasalahan di Indonesia saat ini yaitu stunting. Salah satu penyebabnya pernikahan dini tanpa persiapan. Jadi nutrisi untuk bayi kurang, dan anak yang lahir bisa stunting. Itu harus dicegah sejak usia remaja,” papar Rayhan.
“Kemudian ada narkoba dan seks bebas. Seks bebas ini sedang marak. Karena grafiknya sedang naik,” imbuhnya.
Diakuinya, kalangan muda belum banyak memahami akan bahayanya stunting dan seks bebas. Karena itu perlu terus diingatkan dan diedukasi dengan pendekatan yang sesuai. Dan menurutnya yang paling ampuh yaitu melalui konten di medsos, terutama Instagram dan TikTok.
“Remaja senang yang simpel, tidak menggurui, tapi juga bagus. Jadi nggak usah terlalu edit yang bagus. Yang penting kesan 5 detik pertama. Kalau jelek, mereka akan skip. Kalau bagus, mereka bakal lanjutin nonton sampai selesai,” tuturnya.
Rayhan mengungkapkan, anak muda saat ini seperti sedang ‘kecanduan’ TikTok. Karenanya dia mencoba masuk dengan mengikuti konten video yang sedang viral. Tentunya dengan tetap menyelipkan materi edukasi singkat.
“Anak muda itu kan senang TikTok. Joget-joget. Jadi ya kita ikut tren itu. Tapi ada space kosong, kita isi materi singkat. Jadi kasih judul, terus disebutin poin 1,2,3,4,5,6,7,8. Kita taruh informasi umum di konten 15 detik itu,” katanya
Sementara untuk Instagram Reels, kata dia, konten yang banyak dikonsumsi adalah video dengan durasi tidak lebih dari 3 menit. Durasi ini penting diperhatikan jika ingin mendapatkan impresi yang maksimal.
“Kalau Instagram Reels semaksimal mungkin jangan sampai 4 menit. Karena orang nggak akan liat, impresinya sedikit. Aku bikin 2-3 menit, itu impresinya bisa sampai 1.000 views,” katanya.
“Dan yang penting berkala. Targetku per minggu 2 postingan. Itu sudah ngefek banget buat remaja,” lanjut Rayhan.
Dia berharap dengan konten edukasinya, semakin banyak anak muda yang sadar akan pentingnya melakukan pencegahan stunting sedari dini.
Sumber: detik.com
(Andika Dwi Pradipta)

















