Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Dugaan Serangan Harimau Resahkan Warga V Koto, Bangkai Sapi Jadi Bukti di Lapangan

Daerah, Batuahnews.id – Warga di sekitar Kecamatan V Koto kembali dibuat resah oleh dugaan kemunculan harimau di area perkebunan yang jaraknya tak jauh dari rumah penduduk.

Seekor sapi milik Rawit, pria berusia 45 tahun asal Desa Talang Sakti, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bahwa sang raja rimba telah kembali menampakkan diri di kawasan tersebut.

Menurut keterangan Rawit, ia menemukan sapinya dalam keadaan tak bernyawa di kawasan perkebunan yang dikenal warga dengan sebutan Pondok Labuh.

Bagian belakang tubuh hewan ternaknya rusak parah, bahkan daging di sekitar paha dan ekor nyaris habis. Dugaan kuat, sapi itu menjadi mangsa hewan buas. Video yang diambil Rawit memperlihatkan kondisi mengenaskan tersebut dan kini telah beredar di kalangan warga.

Kepala Desa Talang Petai, Martinus, saat dikonfirmasi pada Minggu sore, 19 Oktober 2025, membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, ada laporan dan juga videonya. Korban pemilik sapi itu warga Talang Sakti, namanya Pak Rawit. Desanya masih bertetangga dengan wilayah kami,” jelas Martinus.

Ia menambahkan, lokasi ditemukannya bangkai sapi masih tergolong dekat dengan area permukiman. Wilayah itu belum melewati aliran Sungai Manjunto, yang menjadi batas alami antara kebun dan hutan.

“Masih di sisi sini, belum menyeberang sungai,” ujarnya menegaskan.

Dari informasi warga lain yang diterima Martinus, bukan hanya satu ekor harimau yang terlihat di sekitar perkebunan.

Beberapa warga bahkan mengaku melihat dua ekor yang diduga tengah berkeliaran di sekitar kebun masyarakat.

“Tapi kebenaran pastinya belum bisa dipastikan,” tambahnya.

Meski situasi ini mulai menimbulkan rasa cemas, laporan resmi ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu belum dilakukan.

“Sampai saat ini, setahu kami, laporan resmi belum disampaikan,” kata Martinus.

Sementara itu, Kepala Resort KSDA Mukomuko, Damin, ketika dihubungi, mengaku belum menerima informasi terkait insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya, termasuk BKSDA Bengkulu, masih menunggu laporan resmi agar bisa menindaklanjuti dengan langkah-langkah pengamanan.

“Kami belum mendapat laporan. Kalau memang benar ada tanda-tanda keberadaan harimau, kami harap pihak desa maupun warga segera memberi tahu. Informasi dari media juga bisa sangat membantu,” ungkap Damin.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *