Daerah, Batuahnews.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko melaporkan adanya temuan kasus suspek Tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan, tercatat sebanyak 232 orang warga masuk dalam kategori tersebut.
Jumlah itu merupakan hasil dari kegiatan investigasi lapangan yang dilakukan petugas kesehatan, dengan capaian 44,6 persen dari target penemuan kasus.
Meski demikian, pihak Dinkes menegaskan bahwa angka tersebut belum bisa dipastikan sebagai penderita TBC, sebab masih berstatus suspek.
“Sebanyak 232 orang ini baru masuk dalam kategori suspek TBC. Artinya, mereka masih dalam proses observasi dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah benar terinfeksi TBC atau tidak,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo.
Langkah tindak lanjut juga sudah dilakukan. Tim kesehatan dari berbagai puskesmas turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan, sekaligus memastikan masyarakat yang dicurigai terpapar bisa segera mendapatkan akses layanan medis.
Selain pemeriksaan, Dinkes Mukomuko juga mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan edukasi kepada masyarakat. Hal ini penting agar warga yang berisiko tidak merasa takut atau enggan memeriksakan diri, mengingat TBC merupakan penyakit menular yang bisa dicegah dan diobati dengan pengobatan rutin.
“Upaya penelusuran ini memang kita lakukan secara berjenjang. Bagi warga yang masuk kategori suspek, akan terus dipantau hingga hasil laboratorium memastikan statusnya. Kami berharap masyarakat tidak menunda memeriksakan diri jika ada gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, atau penurunan berat badan,” pungkasnya.
Andika Dwi Pradipta

















