Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Lonjakan Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Mukomuko, Kucing Jadi Penyumbang Terbanyak

Daerah, Batuahnews.id – Jumlah kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Mukomuko mencatat peningkatan mencolok pada pertengahan tahun 2025.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, selama Juli lalu, sebanyak 31 warga dilaporkan menjadi korban gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies. Angka ini melonjak dibandingkan bulan Juni yang mencatat 21 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mukomuko, Hamdan, mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga Juli 2025, total sudah 106 kasus gigitan HPR terdata di 17 Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.

Rinciannya, Januari dan Februari masing-masing 12 kasus, Maret 9 kasus, April 10 kasus, Mei 11 kasus, Juni 21 kasus, dan puncaknya di bulan Juli dengan 31 kasus.

Menurut Hamdan, hewan penular rabies di wilayah ini didominasi oleh kucing dengan 59 kasus, disusul anjing sebanyak 36 kasus, dan monyet 8 kasus.

“Ciri-ciri hewan yang terjangkit rabies biasanya terlihat dari perilaku yang lebih agresif, ekor tertekuk ke bawah, dan produksi air liur yang berlebihan,” jelasnya.

Wilayah dengan catatan kasus terbanyak berada di Kecamatan Lubuk Sanai dan Kecamatan Lubuk Pinang.

Hamdan mengingatkan, setiap korban gigitan perlu mendapatkan penanganan cepat agar terhindar dari risiko fatal.

Langkah awal yang disarankan adalah mencuci luka dengan sabun di bawah air mengalir, kemudian segera mengunjungi Puskesmas untuk mendapatkan vaksin Anti Rabies (VAR).

Ia juga menegaskan pentingnya langkah pencegahan melalui vaksinasi hewan peliharaan.

“Kami mengimbau seluruh pemilik kucing, anjing, atau monyet untuk segera memberikan vaksin rabies. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan vaksinasi yang disediakan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko,” pungkasnya.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *