Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

482 Kasus Stunting di Mukomuko, Air Manjuto Prioritas Penanganan

Daerah, Batuahnews.id – Angka stunting di Kabupaten Mukomuko masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Berdasarkan hasil pengukuran gizi balita Bulan Juni tahun 2025, tercatat 482 anak mengalami stunting dari total 10.673 balita yang diperiksa. Persentasenya setara dengan 4,52 persen.

Jika dilihat per wilayah kerja puskesmas, Air Manjunto mencatat jumlah tertinggi, yaitu 70 kasus atau 8,92 persen dari 785 balita yang diukur. Disusul Lubuk Sanai dengan 71 kasus (7,80 persen), Lubuk Pinang 54 kasus (7,91 persen), dan Teras Terunjam 16 kasus (7,92 persen).

Sementara itu, wilayah dengan angka stunting terendah adalah Dusun Baru V Koto, hanya satu kasus dari 669 balita atau 0,15 persen. Bantal juga termasuk rendah, yakni tiga kasus (0,43 persen) dari 700 balita yang diukur.

Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Meilan Kurniati,
menyampaikan bahwa data ini akan menjadi acuan penentuan langkah prioritas di lapangan.

“Wilayah dengan angka stunting tinggi akan menjadi fokus intervensi, mulai dari pemberian edukasi gizi kepada keluarga, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga perbaikan pola makan. Kami juga akan memperkuat kolaborasi dengan posyandu dan puskesmas untuk menekan angka stunting di bawah target nasional,” ujarnya.

Menariknya, beberapa wilayah dengan jumlah balita yang diperiksa cukup besar justru memiliki angka stunting relatif rendah, seperti Pondok Suguh (66 kasus atau 5,14 persen dari 1.284 balita) dan Penarik (34 kasus atau 3,45 persen dari 985 balita). Hal ini membuktikan bahwa pencegahan stunting dapat dilakukan secara efektif meski populasi balita cukup besar.

Dinas Kesehatan Mukomuko berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, dapat terlibat aktif.

“Kunci keberhasilan ada pada keterlibatan semua pihak. Stunting bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga tentang masa depan generasi kita,” pungkasnya.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *