Daerah-, Batuahnews.id – Seorang pemuda bernama Syamsul (20) asal Desa Purwo Harjo, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, ditemukan warga dalam kondisi tertekan secara emosional di kawasan Jembatan Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko.
Informasi yang dihimpun dari sang kakak kandung bernama Teguh Suprapto, bahwa adiknya nekat mengendarai sepeda motor seorang diri dari kampung halamannya menuju Mukomuko.
Tujuannya bukan untuk berlibur atau mengunjungi kerabat, melainkan mencari ketenangan setelah mengalami serangkaian tekanan sosial di lingkungan sekitarnya.
“Keterangan dari adik saya tadi, ia mengalami tekanan mental setelah menjadi korban perundungan yang berlangsung cukup lama,” katanya.
Menurut keterangan awal yang berhasil dikumpulkan dari petugas Dinas Sosial setempat, pemuda ini diduga menjadi korban perundungan di lingkungan sosialnya. Kondisi tersebut berujung pada gangguan psikologis yang cukup serius hingga memicu keinginan untuk mengakhiri hidup.
“Dari pengakuannya, ia merasa tidak sanggup lagi menghadapi perlakuan buruk yang ia alami di tempat asalnya. Ia mengalami tekanan yang sangat berat, mulai dari dibully dan lain-lain secara sosial. Semua itu sangat mempengaruhi kondisi mentalnya,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi, Perlindungan, dan Jaminan Sosial (Kabid Resos) Dinsos Mukomuko, Zoni Fourwanda, SS, MAP.
Zoni menambahkan, bahwa pihaknya menerima laporan dari Polsek Kota Mukomuko dan warga setempat yang melihat pemuda tersebut berada cukup lama di sekitar jembatan. Gerak-geriknya mencurigakan dan terlihat seperti orang yang tengah mengalami tekanan berat.
Warga kemudian berinisiatif melapor ke petugas agar segera ditangani sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Untungnya, masyarakat di sekitar lokasi cepat tanggap. Saat didatangi petugas, kondisi pemuda itu masih bisa diajak bicara walau terlihat murung dan sangat tertutup. Setelah dilakukan pendekatan, barulah diketahui bahwa ia datang dari Tebo dan sedang mengalami depresi,” jelasnya.
Saat ini, pemuda tersebut telah berada dalam pendampingan sementara di kantor Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko untuk menjalani proses pendampingan lebih lanjut. Dinsos juga sedang berkoordinasi dengan pihak Dinsos Kabupaten Tebo untuk proses pemulangan dan tindak lanjut psikologis.
“Kami akan terus melakukan pendampingan hingga kondisinya stabil, kemudian kami mengimbau juga kepada masyarakat untuk lebih peka terhadap isu kesehatan mental, terutama pada anak muda yang sering kali menyimpan tekanan batin tanpa berani terbuka,” ungkapnya.
Andika Dwi Pradipta

















