Daerah-, Batuahnews.id – Kesenian Daerah Mukomuko, yakni Sakora mengikuti kegiatan seminar dan workshop nasional Tarian Dana- Dana Nusantara di Provinsi Gorontalo.
Dimana Kesenian Sakora dari Kabupaten Mukomuko ini mewakili Provinsi Bengkulu dalam kegiatan seminar dan workshop nasional yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sulawesi Utara dan Gorontalo pada tanggal 21-26 Juli 2025.
Kegiatan ini menjadi suatu kebanggaan bagi Kabupaten Mukomuko, dimana kesenian milik Kabupaten Mukomuko ini bisa mengikuti dan menampilkan Tari Tradisi Sepaya pada Pentas Budaya Besok Sabtu 26 Juli 2025 di Lapangan IPPOT Tapa Gorontalo.
Disampaikan Koreografer dari Sanggar Seni Sakora Awak, Despardi yang mewakili sanggar di Kabupaten Mukomuko dalam kegiatannya mengikuti seminar dan workshop di wilayah BPK XVII Sulut dan Gorontalo.
“Besok malam saya akan menampilkan kesenian Sakora yakni Tari Sepaya di Acara Pentas Budaya di Lapangan IPPOT Tapa Gorontalo,” ungkapnya ketika dikonfirmasi Jum’at Siang.
Lebih lanjut Despardi menceritakan bahwa selama kegiatan di Gorontalo, dirinya menjadi narasumber serta memberikan sesi praktik Tari Sepaya atau talkshow dalam kegiatan Seminar dan Workshop Tarian Dana- Dana Nusantara.
“Ini kegiatan luar biasa, daerah kita (Mukomuko) juga ikut serta memperkenalkan budaya kesenian asli Mukomuko di nasional. Selain memperkenalkan budaya, momen penting mempromosikan Mukomuko ke Nasional,” beber Despardi.
Sebelumnya, Kesenian Sakora telah menoreh predikat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbi) tahun 2024 lalu oleh Kementerian Kebudayaan RI. Dimana Kesenian Sakora ini telah diakui secara nasional menjadi warisan milik Mukomuko dan tidak bisa diklaim daerah lain.
Despardi berharap kepada Pemkab Mukomuko khususnya agar selalu mensupport kegiatan – kegiatan positif untuk menaikan kesenian asli daerah serta mempromosikan Mukomuko ke ajang nasional.
“Ya kita berharap Pemkab mensupport hal positif seperti ini. Disisi lain, juga dapat mempromosikan daerah kita Mukomuko ke level nasional, ini momen yang sangat penting,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















