Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Ketua Aliansi Petani Sawit Bengkulu Desak DLHK Provinsi Tegas Tindak Perambah Hutan di Mukomuko

Daerah, Batuahnews.id – Menyikapi permasalahan marak perambahan hutan lindung di Kabupaten Mukomuko, oleh oknum pemodal termasuk para corporate yang ada.

Ketua Aliansi Petani Sawit Bengkulu, Edy Mashury, meminta seluruh aktivis, LSM, media serta Non Governmental Organization (NGO) lainnya untuk ikut menyuarakan permasalahan ini.

Karena pengrusakan hutan di Mukomuko saat ini sudah sangat menghawatirkan. Hal ini juga bisa berdampak pada harga hasil pertanian global, karena dapat dipinalti oleh perdagangan dunia jika deforistasi sudah tidak terkendali.

Deforistasi atau pengundulan hutan ini bukan hanya mengancam ekosistem, juga berdampak pada pengeringan lahan, sehingga membuat tanah tidak lagi subur.

Selain itu ancaman serius lainnya, berpotensi mengundang bencana seperti banjir bandang, longsor, dan lainnya. Tentu hal ini tidak diinginkan oleh para generasi yang akan hidup 20-50 tahun kedepan.

” Penertiban kawasan hutan ini seperti yang kita ketahui, ini intruksi Presiden langsung. Kita sudah banyak melihat dampak buruk akibat dari kerusakan hutan ini. Maka dari itu, kita tidak ingin daerah yang kita cintai ini hancur ditangan para pemodal atau corporate yang ada,” ungkap Edy.

Ia menambhkan, pemerintah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu, juga harus jeli melihat kasus lainnya.

Seperti dibeberapa perusahaan kabarnya juga banyak menggarap diluar izin Hak Guna Usaha (HGU) nya. Bahkan juga ada salah satu perusahaan di Mukomuko bahkan selama ini beriperasi tanpa izin HGU.

Ini tentu sudah sangat merugikan negara, bahkan masyarakat dibikin bertanya-tanya, kenapa tidak ada tindakan dari stakeholder terkait selama ini.

” Terkait saudara R yang di Mukomuko yang sudah disurati oleh DLHK untuk meninggalkan garapannya, tapi masih beraktivitas juga. DLHK diminta untuk mengeluarkan teguran kedua dan langsung segel seluruh HPT tersebut. Jika masih ada aktivitas, maka jangan ragu tindak secara hukum yang berlaku, itu ada pidananya,” imbuhnya.

Masih Edy, terakhir beliau mengingatkan kepada seluruh masyarakat, agar dapat mendukung Asta Cita Presiden kembali menertibkan hutan ini sesuai dengan fungsi semestinya.

Karena ini untuk masa depan anak serta cucu bersama. Perambahan hutan saat ini sudah sangat menghawatirkan. Bahkan konflik antar hewan buas dan manusia pun tak terelakkan.

” Pesan dari saya, untuk kita semua renungi. Ketika saat tetes terakhir air mengalir ke sungai, atau saat banjir, bahkan saat satwa mengamuk, pada saat produk pertanian kita anjlok, dan pada saat ekonomi kita runtuh, disitulah mungkin nanti kita sadar, bahwa kita penjahat dan jahat kepada saudara kita yang lain. Pada saat itu pula lah nanti uang yang kita kumpulkan tidak dapat mengembalikan keadaan itu lagi,” pungkasnya.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *