Daerah, Batuahnews.id – Sebuah insiden laut menimpa nelayan Pantai Indah (PIM), Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, pada Kamis (19/12/2024) sekira pukul 13.00 WIB.
Dimana perahu tersebut diterjang ombak membuat mesin terendam air sehingga perahu tersebut karam.
“ Untuk jumlah nelayan yang menaiki perahu tersebut tiga orang nelayan, dan mereka dalam keadaan selamat dan sehat,” kata KBO Satuan Polair Polres Mukomuko Ipda Silaen dalam keterangannya di Mukomuko, Kamis, dikutip dari Antara.
Berdasarkan informasi, kejadian perahu karam tersebut terjadi di pintu muara sungai Selagan PIM.
Kemudian untuk total kerugian perahu tersebut materil diperkirakan lebih kurang Rp. 90 Juta.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, ST menghimbau kepada nelayan untuk tidak melaut, hal ini diperkirakan gelombang tinggi terjadi hingga beberapa hari kedepan.
“Selain itu untuk nelayan kami himbau untuk selalu memantau cuaca di BMKG, kalau tidak memungkinkan kondisi cuaca jangan dipaksakan untuk melaut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,”ungkap Ruri.
Ruri mengungkapkan, untuk perkiraan cuaca saat ini belum bisa dipastikan, namun demikian musim hujan sudah nampak cukup signifikan sehingga antisipasi musim hujan sudah harus dipersiapkan sejak bulan ini.
Masih terkait musim hujan, Ruri menguraikan, beberapa hal yang dilakukan oleh BPBD dalam menghadapi datanya musim penghujan, yang pertama adalah melakukan koordinasi secara continu tentang adanya perubahan cuaca kepada Intansi terkait khususnya BMKG.
Dimana pihaknya akan mendapatkan informasi mengenai kondisi cuaca, baik informasi cuaca harian maupun tiga harian.
Hasil informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan memberitahukan secara langsung melalui group yang di dalamnya meliputi unsur pimpinan, mulai dari Bupati hingga dengan dinas, instansi dan camat se Kabupaten Mukomuko.
“Selanjutnya juga informasi tersebut kami akan menyampaikan beberapa hal yang perlu untuk antisipasi dan diperhatikan dimulai dari munculnya situasi cuaca ekstrim atau hujan yang disertai angin kencang sehingga perlu dilakukan antisipasi dan pengawasan khusus,” pungkas Ruri.
Andika Dwi Pradipta

















