Edukasi, Batuahnews.id – Ketika membangun bahtera rumah tangga, setidaknya kita harus memiliki bekal untuk membangun sebuah rumah tangga yang harmonis dalam ajaran islam. Hal ini, termasuk sebagai ibadah kepada Allah SWT.
Dimana, dalam ajaran islam seorang suami memiliki kasta tertinggi dalam suatu rumah tangga dibandingkan istri.
Dalam ajaran agama Islam, suami merupakan surga atau neraka bagi seorang istri. Keridhoan suami menjadi ridho Allah. Istri yang tidak mendapatkan ridho suami karena tidak taat atau melakukan beberapa perbuatan dosa dikatakan sebagai perempuan yang durhaka serta kufur nikmat.
Ketika kita memasuki bahtera rumah tangga, pasangan suami dan istri secara otomatis memiliki kewajiban serta hak masing-masing sesuai dengan perannya dalam rumah tangga.
Pada saat melaksanakan kewajibannya masing-masing dan menuntut hak, seorang istri maupun suami harus tahu bagaimana cara beradab, bersikap dalam rumah tangga ketika menghadapi suami atau istrinya.
Perlu diketahui, ada beberapa dosa besar istri pada suami yang dilanggar Rasulullah SAW, Yaitu :
- Melawan Perintah Suami.
Seorang istri sudah seharusnya menjalankan kewajibannya terhadap suami. Seperti menuruti perintah suami selama perintah suami tidak bertentangan dengan syariat agama Islam.
Jika seorang istri menentang perintah suami dalam syariat agama islam, itu disebut Nusyuz yang artinya adalah istri yang berperilaku tinggi dari suaminya.
Dalam surat (QS. An-Nisa Ayat 34) berbunyi :
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.
Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).
Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.
Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar,”.

















