Daerah, Batuahnews.id – Sangat miris kondisi dua sekolah yang berada di Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko. Bahkan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) pun, dijadikan ruang untuk proses belajar dan mengajar.

Seperti di SD Negeri 10, selain karena keterbatasan fasilitas gedung, juga sarana dan prasarana lainnya, masih sangat minim. Gedungnya pun boleh dibilang masih bagud dari kandang ayam.
Khusus untuk SD Negeri 10 ini, sudah mendapat kunjungan oleh Ketua DPRD Mukomuko, M Ali Saftaini beberapa waktu lalu. Bersyukurnya pihak sekolah tak terhingga, karena baru kali pertama dikunjungi pejabat daerah.

“ Alhamdulillah, kami sangat terharu, karena baru beliau (Ketua DPRD) yang menginjakan kaki di sekolah ini. Tentu kami berharap, pak Ketua dapat membantu untuk membangun infratruktur sekolah serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” terang Juniartuti, Kepala Sekolah SDN 10.
Ketua DPRD Mukomuko, M Ali Saftaini juga mengungkapkan. Pihaknya dari legislatif, akan mendorong Pemkab untuk memasukan sekolah ini menjadi skala prioritas untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2024 mendatang.

“ Saya sudah komunikasikan langsung dengan pihak Dinas Pendidikan, untuk memasukan sekolah ini skala prioritas tahun depan. Untuk tahun ini, di APBD P nanti, kita coba untuk upayakan bangun satu gedung dulu dengan APBD kita,” ungkap Ketua DPRD Mukomuko.
Selain SDN 10, ternyata nasib yang sama juga dirasakan oleh SMPN 47, Selagan Raya. Kondisi tiga ruang belajar yang ada, juga dalam kondisi memprihatinkan.

“ Kami berharap, sekolah ini juga jadi perhatian Pemkab Mukomuko. Karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan, dan boleh dibilang tidak layak untuk murid menjalankan proses belajar dan mengajar,” ucap Amin Maruf, Guru SMPN 47 Selagan Raya.
(Red/Adv)

















