Daerah, Batuah-news.id – Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus memperkuat sektor pertanian dengan mengusulkan bantuan benih padi unggul untuk mendukung musim tanam kedua tahun 2026.
Melalui Dinas Pertanian setempat, pengajuan tersebut ditujukan kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Dalam usulan tersebut, total benih padi yang diajukan mencapai sekitar 86 ton. Bantuan itu dijadwalkan segera tiba dalam waktu dekat untuk kemudian didistribusikan kepada para petani di wilayah Mukomuko.
Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, mengatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan petani mendapatkan akses terhadap benih berkualitas.
Menurutnya, ketersediaan benih unggul menjadi faktor penting dalam mendukung hasil produksi yang optimal.
“Bantuan benih dalam waktu dekat akan tiba dan langsung disalurkan kepada petani di tujuh kecamatan. Totalnya sekitar 86.077 kilogram,” kata Hari.
Ia menambahkan, benih padi bersertifikat tersebut direncanakan mencakup areal persawahan seluas kurang lebih 3.443 hektare. Dengan cakupan itu, pemerintah daerah berharap produktivitas panen dapat meningkat secara signifikan.
Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada pasokan dari luar.
“Targetnya, produksi padi meningkat sehingga kebutuhan pangan masyarakat bisa dipenuhi dari daerah sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hari menjelaskan bahwa bantuan benih ini merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional Kementerian Pertanian RI dalam tahun anggaran 2026.
Fokus utama kebijakan tersebut diarahkan pada percepatan pemulihan sektor pertanian sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim.
Selain mengupayakan bantuan benih, Dinas Pertanian Mukomuko juga tengah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Dukungan tersebut dinilai penting guna mendorong modernisasi sistem budidaya di tingkat petani.
“Upaya ini kita lakukan agar petani tidak hanya mendapatkan benih unggul, tetapi juga didukung dengan peralatan yang memadai,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















