Daerah, Batuah-news.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki periode musim kemarau.
Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya berdampak signifikan di Kabupaten Mukomuko.
Hingga saat ini, cuaca di wilayah tersebut masih disertai hujan dengan intensitas ringan yang turun secara berkala.
Kondisi ini membuat dampak kemarau belum begitu dirasakan oleh masyarakat, terutama terkait ketersediaan air bersih.
Kendati demikian, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap mengingatkan masyarakat agar mulai meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Salah satu langkah yang dianjurkan adalah menghemat penggunaan air serta menyiapkan cadangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, menyampaikan bahwa masyarakat perlu mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi cuaca yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.
“Walaupun saat ini musim kemarau sudah mulai, kondisi di Mukomuko belum terlalu berdampak karena masih ada hujan ringan. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk bijak dalam penggunaan air dan jika memungkinkan menyiapkan penampungan air sebagai langkah antisipasi,” ujar Ruri.
Ia menjelaskan, apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan dan mulai berdampak terhadap ketersediaan air, pihaknya akan mengambil langkah sesuai prosedur yang berlaku.
Menurutnya, penanganan kondisi darurat tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan yang melibatkan tim serta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Tim tersebut nantinya akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemetaan dan analisis wilayah yang terdampak kekeringan.
“Jika kemarau berlangsung lebih lama dan menimbulkan dampak, tentu akan kami sikapi dengan peralatan yang tersedia. Namun penanganannya harus melalui proses, mulai dari kajian lapangan hingga penetapan langkah darurat oleh tim bersama OPD teknis,” jelasnya.
Ruri menambahkan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi potensi kekeringan agar penanganan yang dilakukan dapat tepat sasaran dan efektif.
“Harapan kami, masyarakat tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi sejak dini. Dengan begitu, dampak yang mungkin timbul bisa diminimalisir,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















