Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Sejumlah Kolam di Balai Benih Ikan di Lubuk Pinang Mengering, Ternyata Ini Penyebabnya

Daerah, Batuahnews.id – Penutupan jaringan irigasi Manjunto Kiri yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir mulai menimbulkan dampak nyata bagi sejumlah kegiatan masyarakat di Kabupaten Mukomuko.

Salah satu yang paling terdampak adalah operasional Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Lubuk Pinang, Kecamatan Lubuk Pinang, yang kini menghadapi kendala serius akibat berkurangnya pasokan air.

Sejak irigasi utama ditutup untuk keperluan rehabilitasi, sebagian besar kolam di kawasan BBI tampak mengering.

Air yang biasanya mengalir deras dari saluran utama kini berhenti total, membuat aktivitas perikanan di lokasi tersebut tidak dapat berjalan seperti biasanya.

Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Azbas Novian, SPi, MM, menjelaskan, jaringan irigasi Manjunto Kiri selama ini menjadi sumber utama pasokan air bagi kolam-kolam di BBI Lubuk Pinang.

Penutupan aliran tersebut, katanya, memang berdampak langsung terhadap keberlangsungan kegiatan di balai tersebut.

“Penutupan irigasi dilakukan karena ada pekerjaan perbaikan jaringan. Akibatnya, beberapa kolam di BBI mengalami kekeringan karena pasokan air terhenti total. Namun hal ini bersifat sementara, sampai proses rehabilitasi rampung,” ujar Azbas.

Meski menghadapi situasi yang cukup menantang, Azbas memastikan bahwa aktivitas penting seperti pemijahan dan produksi benih ikan tidak sampai terhenti sepenuhnya.

Menurutnya, petugas di lapangan telah melakukan berbagai langkah teknis untuk mempertahankan ketersediaan air di kolam yang masih berfungsi.

“Untuk menjaga agar produksi benih tidak berhenti, kami mengoptimalkan sumber air dari sumur bor dan memanfaatkan kolam tadah hujan. Dengan pengaturan yang tepat, kegiatan pemijahan ikan masih bisa berlangsung,” jelasnya.

Azbas juga menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan agar dampak kekeringan tidak semakin meluas.

Ia mengakui bahwa kondisi ini tentu tidak ideal jika berlangsung terlalu lama, apalagi BBI memiliki peran strategis dalam penyediaan benih ikan untuk para pembudidaya di wilayah Mukomuko.

“BBI merupakan tulang punggung pengadaan benih bagi masyarakat pembudidaya ikan. Karena itu, kami sangat berharap pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Manjunto Kiri dapat segera selesai agar distribusi air kembali normal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Azbas menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem cadangan air di masa depan. Ia menilai, ketergantungan pada satu sumber utama seperti irigasi Manjunto Kiri berpotensi menimbulkan risiko serupa apabila ada perbaikan atau gangguan teknis.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan sistem suplai air ke BBI lebih beragam dan tahan terhadap gangguan. Sementara ini, kami tetap melakukan pemantauan intensif serta penyesuaian teknis di lapangan agar produksi benih ikan tidak terhenti,” tutup Azbas.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *