Daerah, Batuahnews.id – Pemerintah Kabupaten Mukomuko mulai mengirimkan bantuan tahap pertama untuk warga terdampak bencana di Sumatera Barat.
Pengiriman logistik ini secara resmi dilepas langsung oleh Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi, pada Rabu siang, melalui halaman rumah dinas Sekda Mukomuko.
Dalam keberangkatan perdana ini, konvoi terdiri dari empat unit mobil truk serta dua kendaraan pendamping. Dua di antaranya merupakan armada milik BNPB yang mengangkut kebutuhan pokok seperti sembako, makanan siap saji, serta pakaian layak pakai. Sementara dua dump truk lainnya fokus membawa donasi pakaian layak pakai hasil penggalangan dari masyarakat Mukomuko.
Menurut Pemkab, seluruh bantuan telah dikoordinasikan dengan BNPB Sumatra Barat. Dari koordinasi tersebut, penentuan titik distribusi nantinya akan menyesuaikan kondisi lapangan serta kebutuhan daerah yang paling mendesak.
Wakil Bupati Rahmadi menegaskan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Mukomuko terhadap saudara sebangsa yang tengah menghadapi masa sulit.
“Kami tidak ingin hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga hadir dengan tindakan nyata. Bantuan ini adalah wujud kebersamaan kami dari Mukomuko untuk membantu meringankan beban warga Sumbar. Semoga perjalanan lancar dan bantuan segera sampai ke titik-titik yang membutuhkan,” ujar Rahmadi.
Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau kondisi di Sumbar. Jika diperlukan, pengiriman bantuan tahap kedua akan segera dipersiapkan.
Rincian Bantuan yang Dikirim
Bantuan yang dilepas dalam tahap pertama ini terdiri dari berbagai kebutuhan dasar, antara lain:
•Mie Instan: 400 dus
•Beras: 620 kg
•Sabun cuci & sabun piring: 20 dus
•Air mineral gelas: 75 dus
•Teh & kopi: 5 dus
•Minyak goreng: 11 dus
•Sabun cair: 8 dus
•Sampo: 2 dus
•Popok bayi isi 38: 7 dus
•Popok campur: 1 ball
•Roti: 8 dus
•Gula pasir: 24 kg
•Snack: 3 dus
•Pop Mie: 2 dus
•Susu Indomilk: 4 dus
•Pakaian bayi: 4 dus
•Pembalut: 2 dus
•Pasta gigi: 2 dus
•Teh gelas: 3 dus
•Sarden: 4 dus
Rahmadi menambahkan bahwa bantuan ini akan terus dipantau hingga tiba di lokasi, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap akuntabilitas penyaluran donasi.
“Harapan kami, bantuan ini bisa sedikit memberi ruang bernapas bagi para penyintas. Mukomuko akan tetap siap jika dibutuhkan lagi,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















