Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

Waspada DBD, Yuk Simak Ciri dan Cara Mengatasinya

Edukasi, Batuahnews.id – Memasuki musim penghujan, populasi nyamuk akan semakin meningkat. Biasanya musim ini identik dengan peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD). DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue.

Virus ini berelasi dan terkontak dengan virus yang menyebabkan infeksi West Nile dan demam kuning. Pada umumnya, virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes Aegypti.

Baru-baru ini, satu keluarga sebanyak empat orang meninggal di Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko yang diduga akibat terjangkit DBD.

Banyak orang yang tidak tahu tanda atau gejala infeksi dengue. Jika gejala benar-benar muncul, mungkin bisa disalah artikan sebagai penyakit lain, seperti gejala flu dan biasanya dimulai 4 hingga 10 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi.

Penderita DBD biasanya demam tinggi hingga 40 derajat celcius, sakit kepala, nyeri otot, tulang, atau sendi. Kemudian mengalami mual, muntah, sakit di belakang mata, pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan selangkangan, bintik-bintik merah atau bercak pada kulit.

Kebanyakan orang dengan demam berdarah dapat pulih dalam kurun waktu seminggu atau lebih. Sementara, pada beberapa kasus, gejalanya bisa memburuk dan bisa mengancam jiwa. Kondisi inilah yang disebut demam dengue parah, sindrom syok dengue, atau demam berdarah tahap lanjut.

Demam berdarah parah terjadi ketika pembuluh darah rusak dan bocor, serta jumlah sel pembentuk gumpalan (trombosit) di aliran darah turun.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok), pendarahan internal, kegagalan organ, dan bahkan kematian.

Demam berdarah parah dapat berkembang dengan cepat. Tanda-tanda peringatan ini biasanya dimulai 1 atau 2 hari pertama setelah demam hilang. Penderita DBD juga mengalami sakit perut yang parah, muntah terus menerus, pendarahan dari gusi atau hidung, darah dalam urine, tinja, atau mutahan. Kemudian, pendarahan dibawah kulit, yang mungkin terlihat seperti memar, sulit bernafas atau nafas cepat, kelelahan atau lemas dan lekas marah atau gelisah.

Kabar baiknya, penyakit DBD ini hanya menular lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Kita dapat meminimalisir penyebaran virus dengan menghentikan siklus hidup nyamuk.

Pastikan keadaan lingkungan, baik di dalam rumah maupun di sekitar pekarangan tetap dalam keadaan bersih dari tumpukan sampah. Kondisi aliran sanitasi seperti selokan ataupun tempat-tempat yang berpotensi menjadi genangan air saat terjadi hujan, harus dipastikan lancar. Serta menguras bak mandi secara berkala agar tidak menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk.

Selain menjaga kesehatan lingkungan, kita juga harus memastikan kondisi tubuh tetap fit. Jagalah kesehatan tubuh dengan berolahraga, mengkonsumsi makanan sehat, serta rutin meminum vitamin.***

***Dilansir Dari Berbagai Sumber

(Ibnu Afdaldi)

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *