Opini, Batuahnews.id – Memasuki masa penghujung jabatan Sapuan Bupati Mukomuko, periode 2019-2024. Aromanya sudah sangat menyengat, jika Sapuan kembali maju pada Pilkada 2024, sudah bisa dipastikan akan berat untuk kembali meraih kursi orang nomor satu di Kabupaten Mukomuko ini.
Pasalnya, selain Sapuan dianggap tidak serius mengurus daerah, kebobrokan di birokrasi saat ini pun juga menjadi indikator. Mulai dari pengelolaan keuangan daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan dalam penempatan posisi pejabat juga dianggap tidak profesional.
Karena sangat jelas, era Sapuan dengan bangga dan terang-terangan melakukan praktik nepotisme. Sehingga tidak lagi mengedepankan kualitas, melainkan mengedepankan kedekatan secara emosional atau kekeluargaan.
Menurut survey yang dilakukan oleh tim liputan Batuahnews.id dilapangan, dengan mengambil keterangan dibeberapa kecamatan, 90 persen masyarakat Mukomuko tidak lagi menginginkan sosok Sapuan untuk memimpin pemerintahan Mukomuko kedepan.
Saat ini muncul beberapa nama kuat yang menjadi harapan masyarakat Mukomuko, pada Pilkada 2024 mendatang. Seperti M Ali Saftaini, Edwar, Muharamin, dan Choirul Huda. Keempat nama ini, sudah mulai hangat menjadi pembicaraan ditengah masyarakat.
Kegagalan Sapuan Bupati Mukomuko saat ini, juga dilihat dari jalan ditempatnya BUMD. Hingga saat ini, BUMD tidak dikelola dengan baik, bahkan bisa dikatakan tidak jelas muaranya.
M Toha selaku masyarakat Mukomuko juga sangat menyayangkan Bupati lebih sering diluar daerah, ketimbang hadir di Mukomuko, untuk mengetahui sebenarnya apa yang dibutuhkan daerah.
“ Kita lihat saja, apakah serius cara beliau seperti itu mengurus daerah ini? Apa trobosannya? Apa hasilnya ke pusat? Dan apa maksutnya cuti dalam posisi daerah porak poranda seperti ini. Lihat dong masyarakat yang tengah berkonflik di Malin Deman sekarang, dimana bentuk tanggungjawab seorang pemimpin,”ujarnya.
Dilanjutkan M Toha, saat ini masyarakat sudah melihat, menilai, dan merasakan era saat ini. Bahkan sudah dipastikan 90 persen Sapuan diyakini kalah jika kembali maju pada Pilkada 2024 mendatang.
“ Kita lihat saja nanti, jika mau uji kebenaran apa yang saya sampaikan ini, silahkan Sapuan kembali maju di Pilkada 2024. Masyarakat saat ini sudah geram, sudah tidak percaya lagi dengan kinerja beliau. Ini real loh, ini saya buka-bukaan saja, tidak ada yang bisa dibanggakan dimasa kepemimpinan Sapuan ini,” bebernya.
Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Kecamatan XIV Koto, Rusman Azwardi. Menurutnya pada pilkada 2024 mendatang, masyarakat tidak menginginkan sosok Sapuan untuk memimpin kembali.
“Sejauh yang saya pantau, masyarakat banyak yang kecewa karena selama ini Sapuan memimpin tidak sesuai dengan ekspektasi dan harapan masyarakat,” tutupnya.
(Red

















