Daerah, Batuahnews.id – Terkait dengan pembangunan rumah sakit Pratama yang terletak di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, saat ini terkesan sangat lambat.
Tentu ini membuat kekhawatiran, dikarenakan pembangunan rumah sakit tersebut tidak selesai pada tahun ini dan terancam putus kontrak.
Hal ini disebabkan progres pekerjaan rumah sakit tersebut saat ini baru terlealisasi 35 persen dari target 44 persen.
Ketua Komisi III DPRD Mukomuko Antonius Dalle mengatakan, dipantau dari segi fisik, seperti pemgecoran tiang yang belum tuntas pihaknya sangat ragu terhadap pembangunan rumah sakit ini. Sehingga ditakutkan tidak selesai pada tahun ini.
“Saya kurang jelas gimana pola kerjanya seperti apa, tapi kami harap kepada penyedia, tim ahli, serta konsultan pengawasan untuk selalu mengawasi dan selalu mendorong untuk mengejar keterlambatan ini,” tegasnya.
Selain itu, jika proyek ini tidak selesai maka ini sangat merugikan Pemerintah Daerah. Bukan itu saja, dampaknya juga akan berimbas kepada masyarakat setempat yang sangat membutuhkan rumah sakit tersebut.
“Harapan kami tentu rumah sakit ini bisa terselesaikan sesuai mekanisme nya. Hal dikarenakan waktu pekerjaannya hanya kurang lebih 60 hari lagi, ” pungkasnya
Adapun sumber pembangunan rumah sakit Pratama ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAK) tahun 2023 dengan total Rp 61 miliar, yang meliputi Rp 39 miliar lebih untuk fisik rumah sakit, Rp 21 miliar lebih untuk pembelian alat kesehatan sampai dengan sarana prasarana.
Andika Dwi Pradipta

















