Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Paslon Sapuan-Wasri Semakin Menguat, Petani: Selain Pemerataan Pembangunan, Juga Berhasil Hilangkan Fenomena Dugaan Monopoli Harga Sawit di Mukomuko

Daerah, Batuahnews.id – Meskipun tidak ada ranahnya Pemkab Mukomuko dalam mengatur ketetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit.

Karena itu ranahnya Pemprov Bengkulu dalam hal ini Gubernur. Namun nyata dirasakan petani serta masyarakat yang memiliki kebun sawit, tidak ada lagi pada moment tertentu harga TBS anjlok.

Setidaknya pemerintahan saat ini sudah mengambil sikap nyata untuk memutuskan dugaan pungli diseluruh pabrik CPO yang ada.

Dimana selama ini diduga serta disinyalir adanya permainan oleh oknum-oknum tertentu sehingga memonopolikan harga TBS sawit.

Akibat dari dugaan permainan monopoli harga TBS sawit di Mukomuko sebelumnya sangat sering terjadi, dan itu sangat dirasakan petani.

Mulai dari tidak patuhnya pabrik dengan penetapan harga yang sudah ditetapkan provinsi pada moment-moment tertentu.

Seperti sebelum era Sapuan-Wasri, fenomena sebelum idul fitri dan HUT Kabupaten  Mukomuko menjadi langganan harga TBS sawit turun drastis.

Bahkan jauh dibawah harga yang sudah ditetapkan Pemprov. Pasca dilantik Sapuan-Wasri beberapa tahun lalu para petani mengakui tidak lagi menemukan fenomena tersebut.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang petani di Kecamatan Air Manjuto, Tono. Menyadari hal tersebut dirinya meyakini untuk lebih yakin meneruskan pemerintahan Sapuan-Wasri kedepan.

” Kami sudah paham betul kalau dulu mau ulang tahun daerah pasti turun, sebelum idul fitri pasti hancur harganya. Sudah beberapa tahun ini era Sapuan-Wasri tidak lagi ada yang begitu,” terangnya.

Masih dilanjutkan Tono, bahwa pemimpin yang pro rakyat tidak akan disia-siakan rakyat juga. Dirinya pun meyakini mayoritas tani lainnya sepakat dengan hal tersebut.

” Seperti kami tani ini pak, tidak banyak yang kami tuntut, cukup jaga stabilitas harga dan jangan ada pemimpin numpang makan dipundak serta memeras keringat kami. Saya pribadi serta keluarga masih ingin melanjutkan Sapuan-Wasri di Pilkada 2024 ini,” tutupnya.

Pjs Bupati Mukomuko, yang juga Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, M Rizon, menjelaskan. Memang tidak ada ranahnya Pemkab dalam penetapan harga TBS sawit.

Penetapan harga itu ranahnya Pemprov, dalam hal ini Gubernur termasuk dinas yang dipimpin olehnya.

Penetapan harga pun dilakukan setiap berganti bulan. Menurut pantaunnya saat ini, harga TBS sawit di Mukomuko relatif stabil.

Pemprov menetapkan harga bulan Oktober 2024 ini diangka Rp 2.550 perkilogram. Sementara di Mukomuko rata-rata diseluruh pabrik diangka Rp 2.600 perkilogram.

” Kalau kita melihat selama ini harga stabil saja. Alhamdulillah, bahkan harga beli dari tani oleh setiap pabrik diatas harga yang sudah ditetapkan Pemprov,” imbuh Pjs Bupati Mukomuko, M Rizon.

Sementata Bupati Mukomuko, Sapuan pun pernah menyampaikan serta berulang kali disampaikan khusus kepada pejabatnya.

Bahwa tidak boleh lagi ada mobil plat merah Pemkab yang datang ke pabrik mana pun. Apa lagi tujuannya untuk berkompromi.

” Saya copot kalau ada yang main-main terkait masalah ini. Ingat seluruh pejabat Pemkab Mukomuko jangan pernah masuk coba-coba masuk pabrik untuk berkompromi dengan mereka,” tugasnya Bupati Mukomuko, Sapuan.

Dilanjutkan Sapuan, hal tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan asumsi opini liar, pemerintah wajib tegak lurus bela masyarakat dan petani.

” Saya selau ingatkan itu sama pejabat, hal ini agar tidak ada dusta diantara kita. Apa lagi mayoritas masyarakat di Mukomuko ini bergantung dengan kebun sawit,” pungksnya.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *