Dijelaskan Gemmi, selain Choirul Huda, belum tampak arah yang jelas dari pendatang baru pada pilbup tahun ini. sebab, Choirul Huda diketahui bersama Gusril Pausi diberi mandat khusus oleh DPP Partai Golkar sebagai kandidat tunggal pada Pilkada serentak November mendatang.
Kendati begitu, ia meyakini peta politik di Kabupaten Mukomuko dapat seketika berubah. Sebelumnya ada nama Edward Setiawan yang digadang-gadang akan menjadi penantang serius pada pilbup tahun ini. Hanya saja, elektabilitas Edwar Setiawan semakin redup pasca tahapan Pilkada serentak dibuka.
“Peluang itu hanya ada pada Edwar Setiawan. Akan tetapi, kami menyimak pasca tahapan dibuka, nama Edwar Setiawan malah semakin redup. Edwar dinilai belum mampu menyaingi kekuatan finansial Sapuan dan Choirul Huda,” jelasnya.
Dikatakan Gemmi, menjelang penetapan pasangan calon, peta politik masih bisa berubah, dan Edwar Setiawan bisa saja memberikan “kejutan”.
“Bisa saja Edwar tengah mempersiapkan strategi yang matang dalam pencalonannya dan menghadirkan kejutan terhadap kedua calon yang bertarung dalam Pilkada sebelumnya,” imbuhnya.
Selain itu, ia menilai pengambilan formulir pendaftaran oleh Incumbent di Pilgub Bengkulu, hanya sebatas mendongkrak elektabilitas semata. Sejauh ini, Incumbent dinilai masih “cek ombak” dan masih mengambil formulir pendaftaran pada bursa Pilbup Mukomuko.
“Ini kami nilai hanya bagian dari strategi politik untuk mendongkrak elektabilitas. Keseriusan incumbent belum menemukan kepastian. Pada intinya, incumbent pasti kembali ke Pilbup Mukomuko,” pungkasnya.
Ibnu Afdaldi

















