Politik, Batuahnews.id – Jelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada bulan November mendatang, beragam persepsi politik hadir di tengah masyarakat.
Dinamika politik ke depan, yang sempat diperkirakan akan mempertarungkan setidaknya tiga kandidat tampak tidak akan terjadi. Justru pertarungan dua peserta alias head to head akan kembali terulang di Pemilihan Bupati (Pilbup) Mukomuko tahun ini.
Demikian juga diakui oleh Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) National Corruption Watch (NCW) Kabupaten Mukomuko, Gemmi Jupriadi. Ia mengamati bahwa munculnya sejumlah figur baru, dinilai hanya sebatas pengambilan formulir tanpa “ending” yang jelas ke arah pencalonan.
“Kenapa dikatakan tidak ada ending yang jelas ke arah pencalonan?. Peta politik jelas berubah dengan kembalinya nama Incumbent ke bursa Pilbup Mukomuko November mendatang,” ujarnya kepada awakmedia, Selasa (7/5).
Lanjutnya, kembalinya Incumbent didalam peta politik Mukomuko, menjadikan sejumlah figur untuk berpikir dua kali dalam pencalonan. Pasalnya, dengan kekuatan finansial berlimpah, Incumbent tentu tidak memberikan ruang untuk calon lain untuk maju dalam bursa Pilbup Mukomuko tahun ini.
“Kekuatan finansial Incumbent menjadi salah satu alasan penantang baru untuk berpikir untuk maju. Kembalinya Incumbent dengan strategi yang matang dan tidak memberikan ruang kepada penantang baru pada pilbup kali ini,” beber Gemmi.

















