Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

Kenali Sakit Kepala di Pagi Hari, Jangan – Jangan Serangan Stroke di Saat Muda?

Internasional, Batuahnews.id – Pasti banyak orang pernah mengalami sakit kepala saat di pagi hari. Mungkin bisa dikarenakan badan kurang fit, atau mengalami demam atau sebagainya.

Belum lama ini, ada seorang wanita di Inggris, Alex Bowles (23) bangun saat pagi hari dengan sakit kepala hebat, setelah pesta minuman beralkohol malam sebelumnya.

Namun setelah ia beristirahat, sakit kepalanya tak kunjung mereda. Tak diduga, sakit kepala yang ia rasakan bukan cuma gara – gara minuman, melainkan karena mengalami serangan stroke.

Dirinya menyebut, saking ia menahan nyeri kepalanya saat itu, rasanya setengah kepalanya hilang. Kemudian ia tidak bisa berbicara dengan normal dan cendrung berbicara dengan campur aduk.

Lalu ia dilarikan ke rumah sakit, barulah saat itu dokter rumah sakit yang tempatnya dirawat mengungkapkan, bahwa Alex mengalami pembekuan darah dan pendarahan di otak.

Karena kondisi tersebut, Alex tidak dapat membaca, menulis, berkomunikasi, atau berbicara dengan benar dan tepat.

“Saya menghabiskan jumat malam sabtu dengan makan dan minum bersama teman – teman saya. Besoknya harinya saya merasa tidak enak, saya minum gin dan tonic, jadi membuatkan sakit kepala seperti mabuk,” ungkapnya dikutip dari Daily Mail UK.

Lanjutnya, ketika dirinya mencoba pergi berbelanja, dia merasa sangat kasar sehingga ia harus duduk. Setelah itu, ia menghabiskan sisa akhir pekannya di rumah, semakin sakit seperti akan pingsan, berharap sakitnya akan hilang.

Selama empat hari setelah keluhan sakit kepala tersebut, Alex kehilangan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan normal. Menurut kesaksian petugas kebersihan yang sempat berbicara dengannya saat itu, Alex berbicara dengan tidak jelas dan sekadar omong kosong.

Petugas kebersihan tersebut kemudian menelepon ibu Alex dan segera memanggil ambulans. Barulah setelah itu, Alex dibawa ke Rumah Sakit Queen di Romford.

“Dokter yang bertugas mengira saya menderita sakit kepala yang berlebihan. Tapi untungnya, seorang dokter berpikir sebaiknya saya menjalani CT Scan sebelum pulang. Setelah menunggu lama, akhirnya saya mendapatkan hasil scan yang menunjukkan bahwa saya terkena stroke parah,” beber Alex.

Alex diketahui mengalami stroke iskemik dan hemoragik, yakni gumpalan dan perdarahan di otaknya. Ia pun kemudian menjalani perawatan selama dua minggu di rumah sakit ditemani ibunya.

Setelah keluar dari rumah sakit, Alex menjadi banyak bergantung dengan keluarga dan teman-temannya. Ibunya selalu menemaninya ketika harus melakukan check up ke dokter.

“Saya harus menjalani banyak terapi dan latihan otak, yang menurut saya sangat sulit. Saya diajari tugas-tugas sederhana dan saya merasa ingin berteriak. Saya bukan anak kecil, tapi saya harus belajar lagi banyak hal,” pungkas Alex.

Ibnu Afdaldi

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *