Sebagai seorang mantan jurnalis, Najwa berharap agar anak muda dapat menjadi agen perubahan yang positif bagi bangsa ini. Dia yakin bahwa dengan tekad dan tindakan, anak muda mampu mengubah hal-hal yang tampak tidak mungkin menjadi kenyataan. Dengan demikian, pesan Najwa adalah agar anak muda tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak untuk menciptakan perubahan yang lebih baik.
“Kita adalah sepucuk surat bagi masa depan, kaki langit adalah tapal batas untuk ditaklukkan,” – Najwa Shihab.
Begitulah sekiranya kata-kata dari seorang mantan jurnalis profesional menggambarkan betapa pentingnya peran para pemuda di era digital yang penuh dengan teknologi dan informasi saat ini.
Terkhususnya pada Pemilihan Umum 2024 nanti, dimana yang menjadi sorotan utama adalah generasi muda yang didominasi pemilih dari generasi Z dan milenial, yang mencapai 55% dari total pemilih. Hal ini disampaikan oleh salah seorang anggota KPU, yakni Mellaz yang hadir secara daring menjadi narasumber pada Webinar Kebangsaan bertemakan “Memilih Pemimpin Ideal Untuk Masa Depan Bangsa, Hak Pilihku Harus Digunakan Sebaik-baiknya” yang digelar Forum Osis Nasional (FON), Jumat (23/06/2023).
Generasi Z, yang lahir antara 1997-2012, dan Milenial, yang lahir antara 1981-1996, memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah kebijakan yang berkelanjutan di negara ini. Mereka lah yang nantinya akan menjadi tonggak lanjutan bagi negara ini di masa depan, menggantikan peran para pemimpin negara yang menduduki bangku pemerintahan sekarang.
Berbicara mengenai pengaruh suara mereka pada pemilu kali ini, perlu kita ketahui bahwa pandangan mereka merupakan suatu hal yang sangat penting bagi bangsa dan negara. Para pemuda memiliki peran penting dalam pemilu karena mereka melupakan bagian dari populasi pemilih. Mereka mewakili suara generasi masa depan dan memiliki potensi untuk membentuk arah kebijakan negara.

















