Daerah, Batuahnews.id – Video pendek Bupati Mukomuko, Sapuan, berdurasi 6 menit 50 detik sontak menyita perhatian publik saat ini. Dalam rekaman video yang diambil salah seorang yang hadir dalam pertemuan tersebut, diduga Bupati beberkan kebobrokan kinerja dewan.
Dijelaskan oleh Bupati Mukomuko, Sapuan, dalam video tersebut bahwa. Tidak ada satupun anggota dewan yang benar-benar peduli terhadap daerah ini (Mukomuko).
Karena para anggota dewan hanya memikirkan kepentingan pribadi atau kelompoknya. Seperti pengalokasian dana Pokok Pikirian (Pokir) dewan, dianggap melanggar ketentuan undang-undang yang berlaku, sesuai perintah Kemendagri.
“Harusnya mereka (Anggota Dewan) mengusulkan pembangunan sesuai dengan usulan saat musrengbangdes. Namun kenyataannya apa? A yang diusul, B yang dikerjakan,”ungkap Sapuan, Bupati Mukomuko.
Masih dilanjutkan Bupati, pembangunan melalui dana pokir dewan, bahkan disinyalir ada yang memanfaatkan untuk membangun jalan kebun pribadi oknum dewan, bahkan disebut juga dalam video tersebut, membangun kandang ternak salah seorang oknum anggota dewan.
Hal ini dibongkar oleh Sapuan pada saat pertemuan dengan para tokoh masyarakat serta beberapa kepala desa di Kecamatan Teramang Jaya, beberapa waktu lalu.
“Saya berani sampaikan sampai hari ini, tidak ada satupun anggota dewan yang memikirkan untuk membangun daerah. Itu saya berani sampaikan disini,”tegas Bupati, dalam video berdurasi hampir 7 menit tersebut.
Viralnya video tersebut, membuat seluruh anggota dewan merasa geram. Pada moment paripurna yang digelar hari ini, Senin (8/1), video tersebut pun diputar diruang paripurna.
Pihak legislatif pun langsung meminta Bupati untuk klarifikasi, namun sayang, Bupati tidak bersedia, dan meminta menjadwalkan waktu khusus untuk klarifikasi terkait video tersebut.
M Ali Saftaini, Ketua DPRD Mukomuko mengungkapkan. Pihaknya akan melakukan rapat internal secara kelembangaan, untuk menentukan sikap apa yang nanti akan disepakati oleh seluruh anggota dewan, terkait statement Bupati yang sudah mencoreng nama lembaga DPRD Mukomuko tersebut.
“Kita akan rapat interen dulu, kami juga tidak ingin gegabah. Karena ini masalah sangat sensitif, apa lagi saat ini tahun politik. Kita akan rapatkan dulu, untuk menentukan sikap dan langkah apa yang akan diambil nanti,”singkat Ketua DPRD Mukomuko.
(Red)

















