Kepahiang – Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang mengungkap fakta yang memprihatinkan. Sepanjang Januari hingga pertengahan April 2026, tercatat sebanyak 23 warga di Kabupaten Kepahiang terpapar HIV. Dari jumlah tersebut, satu di antaranya adalah seorang balita yang baru lahir—sebuah kenyataan pahit yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Balita itu harus menghadapi kehidupan dengan kondisi yang tidak pernah ia pilih. Diduga kuat, ia tertular sejak dalam kandungan karena kedua orang tuanya lebih dahulu terinfeksi HIV. Di usia yang seharusnya diisi dengan tawa dan kasih sayang tanpa beban, ia justru harus bergantung pada pengobatan rutin demi bertahan hidup.
Kepala Dinas Kesehatan Kepahiang, Tajri Fauzan, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia menyebut, meskipun seluruh pasien masih dapat beraktivitas seperti biasa, mereka wajib menjalani terapi secara rutin agar kondisi tetap stabil.
“Kasus balita ini menjadi perhatian serius. Penularan dari ibu ke anak sebenarnya bisa dicegah apabila dilakukan pemeriksaan HIV sejak awal kehamilan,” jelasnya.
Menurut Tajri, pencegahan penularan dari ibu ke bayi dapat dilakukan melalui deteksi dini dan pemberian terapi antiretroviral (ARV) secara tepat. Namun, kurangnya kesadaran dan keterbukaan masih menjadi tantangan besar di lapangan.
Lebih jauh, Dinas Kesehatan terus berupaya memberikan pendampingan kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui program terstruktur, mulai dari pengobatan hingga edukasi. Tujuannya, agar para penderita tetap dapat menjalani hidup dengan sehat sekaligus memutus rantai penularan.
Di balik angka statistik itu, ada kisah pilu yang tidak terlihat. Seorang balita yang belum mengerti apa-apa harus menanggung dampak dari kondisi orang tuanya. Kondisi ini menjadi pengingat keras bahwa HIV bukan hanya persoalan individu, tetapi juga menyangkut masa depan generasi yang tak berdosa.
Pemerintah daerah pun terus meningkatkan skrining, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti ibu hamil. Namun, upaya pelacakan kerap terkendala kurangnya keterbukaan dari sebagian penderita, sehingga memperlambat penanganan dan pencegahan.
Kasus ini menjadi panggilan bagi semua pihak—bahwa kepedulian, kesadaran, dan langkah pencegahan sejak dini sangat penting. Sebab, di balik setiap kasus HIV, ada kehidupan yang harus diperjuangkan, termasuk seorang balita kecil yang kini tengah berjuang menjalani hari-harinya. (AMY)

















