Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Ancaman Hama Mengintai, Petani Mukomuko Dapat Pendampingan Intensif

Daerah, Batuahnews.id – Petani di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, saat ini dihadapkan pada ancaman serius serangan hama yang berpotensi menurunkan hasil panen.

Beberapa jenis hama seperti tikus, keong mas, hingga serangga wereng kerap muncul dan menyerang tanaman, terutama pada musim tanam yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi petani di wilayah sawah tadah hujan seperti Kecamatan Ipuh, V Koto, dan Lubuk Pinang.

Jika tidak segera ditangani secara tepat, serangan hama dikhawatirkan dapat berujung pada gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan dampak serangan hama di lapangan.

Ia menjelaskan, dinas secara rutin menyalurkan bantuan pestisida, mulai dari insektisida, fungisida, hingga moluskisida kepada kelompok tani terdampak.

Selain itu, sebagian kelompok juga telah menerima bantuan racun tikus dari stok yang tersedia di dinas.

“Kami juga sudah bersurat ke Dinas Pertanian Provinsi dan telah mendapat respons positif. Insyaallah, minggu depan staf kami akan berkoordinasi ke provinsi untuk menindaklanjuti bantuan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya langkah antisipasi sejak dini agar serangan hama tidak meluas.

Selain mengandalkan bantuan pemerintah, petani juga didorong melakukan pengendalian mandiri secara kolektif melalui kegiatan gotong royong, seperti gropyokan dan pemasangan perangkap hama.

Terkait kondisi musim tanam saat ini, ia memastikan ketersediaan air masih relatif aman. Baik lahan dengan irigasi teknis maupun sawah tadah hujan, kebutuhan air hingga kini masih tercukupi.

Dinas Pertanian juga mengimbau petani untuk segera melaporkan jika ditemukan indikasi serangan hama dalam skala luas. Kecepatan pelaporan dinilai sangat penting agar bantuan sarana produksi dapat segera disalurkan sebelum populasi hama semakin tidak terkendali.

Upaya ini sejalan dengan target pemerintah daerah dalam mendorong swasembada pangan serta meningkatkan indeks pertanaman hingga tiga kali dalam setahun pada 2026. Pengendalian hama pun menjadi fokus utama yang terus diperkuat guna menjaga produktivitas pertanian di Mukomuko.

Sebagai penutup, Hari Mustaman menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan petani dalam menghadapi ancaman hama.

“Kami berharap petani tetap aktif berkoordinasi dengan penyuluh di lapangan. Dengan kerja sama yang baik dan penanganan cepat, kita optimistis hasil panen tetap bisa terjaga,” tutupnya.

Fauzul Ahmad

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *