Nasional, Batuah-news.id – Setelah sempat tertekan dan menyentuh level terendah dalam beberapa pekan terakhir, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) maupun harga emas spot global kembali menunjukkan taringnya.
Pada perdagangan hari ini, harga emas tercatat melambung signifikan, menghapus sebagian besar kerugian yang terjadi pada awal pekan.
Kenaikan ini dipicu oleh sejumlah faktor makroekonomi global, di antaranya, Pelemahan indeks Dolar AS atau Mata uang Greenback yang sedikit melandai memberikan ruang bagi emas untuk kembali diburu investor.
Ketegangan yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah mendorong investor untuk kembali beralih ke aset investasi yang tetap stabil atau meningkat nilainya saat pasar keuangan bergejolak, inflasi tinggi, atau ada krisis ekonomi/geopolitik, (safe haven).
Spekulasi pasar mengenai jeda kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding).
Sebelum nya harga emas antam berkisaran 2,8 juta per gram. Berdasarkan pantauan di situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik sebesar 2,9 juta per gram.
Sementara itu, di pasar spot global, emas diperdagangkan di kisaran USD 4.700 – USD 4.725 per troy ounce, dan di Singapure berada di kisaran S$270 per gram untuk emas 999 (24K) dan S$255 per gram untuk 916. Dan harga emas di Malaysia berada di kisaran RM580–RM630 per gram untuk emas 24 karat (999).
Analis komoditas menyatakan bahwa koreksi yang terjadi beberapa hari lalu merupakan hal yang wajar sebagai bentuk aksi ambil untung atau tindakan menjual sebagian atau seluruh aset investasi (profit taking).
Namun, secara fundamental, tren jangka panjang emas dinilai masih cukup kuat.
“Investor memanfaatkan harga rendah atau strategi investasi membeli aset saat harganya turun (buy on dip).
Selama inflasi global masih menjadi perhatian dan risiko geopolitik tetap ada, emas akan selalu memiliki daya tarik sebagai pelindung nilai.
Bagi investor ritel, lonjakan harga ini menjadi pengingat akan volatilitas pasar emas yang tinggi.
Para ahli menyarankan untuk tetap melakukan investasi secara bertahap dan memantau rilis data ekonomi penting seperti data tenaga kerja AS yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam jangka pendek.
Fauzul Ahmad

















